Aku Telan Saja

Aku telan saja

Berderet-deret nyawa menempa diri

Aku telan saja

Tertidur dipinggiran torotoar bersama mayat

Aku telan saja

Saat nafas mencagun dibibir maut

Menari-nari dan setan itu menangis pilu

Rupanya restoran untukku tak kunjung habis

Tak perduli

Aku telan saja

3 comments

  1. Buru-buru banget sih mostingnya? Banyak sekali salah ketik, ada kata yang entah apa artinya…. kalau puisi, sebaiknya tidak buru-buru, rapikan dulu. Kesalahan² teknis begitu merusak estetika

    Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s