Jemblung

“Lalu aku bagaimana mas?”

“Kau pulang saja. Cari lelaki lain”. 

“Aku sudah berkorban segalanya mas”.

“Aku begitu, karena kasihan sama kamu” Jemblung masih tak peduli istrinya yang sesenggukan.

“Mas biarkan saja. Yang penting kita bersama”

“Dasar wanita bodoh!”

“Percuma saja besar dan panjang. Lebih baik dipotong saja” Pisau tajam dan sedikit panjang itu menyentuh pangkalnya. Jemblung menjerit. Darah muncrat-muncrat. Tepat di depan mata Astri, kelamin itu lepas.

6 comments

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s