Tulisan


Seperti kata kemarin, bahwa tulisan layaknya iman. Pasang-surut yang tak bisa dihindari. Keimanan seseorang, jika tidak ingin hilang lalu menjadi murtad hendaklah ia mengubgrade imannya. La ilaha illallah. 

Dan tepat pada dini hari ini (07/04/17) dunia tulis-menulis yang dipermulaan tahun 2017 menjadi hobi saya yang sangat asik sekali, telah mengalami kondisi yang amat memilukan. Kritis.

Ide-ide itu telah muksa.

Suatu hari ada seorang sahabat Nabi SAW yang gagah berani. Ia turun ke rancah pertempuran. Pedang terhunus. Sinar keputih-putihannya menerpa wajah-wajah musuh. Wajahnya yang santun amatlah berlawanan dengan keberaniannya yang tak sedikitpun gentar akan kematian. Baginya, mati Syahid adalah cita-cita mulia dan, keinginan itu telah terpampang di depan mata.

Pasukan-pasukan berani mati itu dengan gagah beraninya berlari. Derap kaki mereka amatlah wibawa. Mereka berteriak lantang. Pekik takbir bertalu-talu dan diantaranya adalah suara sahabat itu.

Perang pun berkecamuk. Darah telah membanjir. Korban berjatuhan. Pedang-pedang yang mulus putih, bergemerlap indah itu, telah berwarna merah. Dan, sahabat itu terkena sabetan-sabetan musuh. 

Luka itu sakit sekali. Sahabat itu tidak kuat menahan perih yang tak terkiran dan ia pun mengekskusi diri. Tidak lama kemudian ada kabar dari sang Utusan seru sekalian alam, bahwa sahabat itu masuk neraka. 

Seperti itu. Seperti itulah tulisanku bagi pembaca sekalian yang budiman.

Jika tidak dibaca, ia memberi sakit –penasaran. Apabila diteruskan, pembaca-pembaca yang baik hati itu akan mengumpat-ngumpat.😁

4 comments

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s