Chat 1

Lah aku harus jawab apa?” Balasan chat di sosmed.

Jawaban ini jelas menyisakan tanda tanya. Iya, karena memang belum jelas duduk persoalannya. Sebelum saya terangkan, ia ambigu dengan segala kemungkinan. Tapi tenang saja, akan saya tulis pula kronologi awalnya sehingga pembaca tak butuh menerka-nerka. Tak perlu. Dan tak ada gunanya menebak-nebak.

Di pagi buta, saya sengaja menyapa gadis kaca mata itu dengan serangan fajar yang, katanya, sangat mujarab. Fikiran yang masih fresh setelah sebelumnya istirahat sepanjang malam, tentu dengan suasana yang tenang pula, otak akan merespon segala hal dengan penuh kelembutan.

“Assalamualaikum Cik Gu” Dengan begitu yakinnya, saya inbox dia di pagi hari. Ia seorang guru, saya panggil “Cik Gu” niatnya sih ngelucu. Mudah-mudahan ia suka lelucon saya. Amin.

“Waalaikum salam” Jawab gadis kaca mata ketika senja beranjak pergi.

Atas balasan yang saya anggap beberapa menit itu, saya senyum. Saya senang sekali. O tentu. Satu kalimat dari cinta, keindahannya berbanding sejuta syair. Seulas senyum cinta, cukup menciptakan suasana senang bergegap-gegap sepanjang hari. Warrrbiaasaah.

“Rindu neng. Rindu…” Balasan chat langsung melayang secepat mungkin, tidak sampai lima detik sejak balasan gadis kaca mata itu masuk, chat balasan saya sudah centang dua. Saya tunggu centang itu berwarna biru. Adzan Maghrib berkumandang.

Satu menit dua menit, lima menit, tiga puluh, lima puluh menit, satu jam. Mata saya mulai kepanasan oleh radiasi layar hp. Tuhan Maha Baik. Dan datanglah jawaban chat saya seperti di atas. 😁

6 comments

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s