Sampek Lebbuh

Ra Khoiron namanya, dari Paniraman asalnya. (baca: Redaksiana)

Akhir-akhir ini, Ust senior itu, sering mendatangi Ust Abd. Rofiq untuk kepentingan bercurah hati. Perihal hati yang tertancap tombak dewa Amor. Cinta.

Ust. Khairon & Ust. Abd. Rofiq

Ia tampak canggung sekali, sesaat menyebut nama kekasih yang terus menerus diulang-ulang. Wajahnya sangat berseri-seri. sorotan matanya riang sekali. Senyum selalu tersungging dari bibir. Gelagak bangga melengkapi kesenangannya malam ini setelah sebelumnya berjumpa dengan si Dinda.

“Wah, saya ketemu istri saya tadi” Katanya, berapi-api menyebut perempuan yang bertunangan pun belum itu. Semangat sekali

“Taarrufan dimana?” Tanya Ust Abdur Rofiq.

“Ya di Ndalem lah”

“Gimana? Gimana” Ust.Abd. Rofiq kepo.

“Tinggal menuunggu keputusan sesepuh”

“Kalau kata si Dinda bagaimana?”

“Kalau dia sih kayaknya sama”

“Sama?”

“Ya sama pengen cepet tahu hasilnya”

“Owhh, itu pasti Ron. Serba ingin cepat” Ust. Abd. Rofiq berhenti sejenak. “Sampek lebbuh” Katanya, yang menyisakan tanda tanya atas pernyataannya yang berbahasa Madura.

3 comments

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s